Koleksi doang/ga penting
seorang hindu "harus" segera masuk islamJun 11, '05 6:09 PM
for everyone
Salah seorang Professor peneliti berkebangsaan India, dalam bukunya yang menakjubkan, mengakui bahwa gambaran lambang sebuah sifat (incarnation), yang dalam bahasa sansekritnya Avatar telah ditemukan dalam Kitab Suci mereka (orang Hindu) yang mana itu adalah Nabi Muhammad saw.
Jika pengarang buku tersebut adalah seorang muslim, mungkin dia akan ditangkap atau akan dibunuh secara diam-diam, dan seluruh buku yang telah diterbitkan kemungkinan besar akan ditarik dari peredarannya di pasaran, para pengacau dan pelaku kekerasan kemungkinan besar akan menyerang kalangan muslim yang tidak berdosa dan darah mereka akan tumpah.
Akan tetapi sunngguh mengagumkan, pengarang buku tersebut adalah seorang yang berkepribadian jujur, seorang Professor terkenal yang beragama Hindu, namanya adalah Pandit Venda Prakash Upadai dan nama buku yang menunjukkan itu adalah Kalki Avatar.
Pengarangnya adalah seorang yang berkeyakinan Hindu Brahmana yang aslinya adalah dari kasta banggali. Dia adalah seorang ilmuwan peneliti, dan pencari kebenaran yang cukup di kenal dengan nama Pandit di Universitas Allahabad.
Setelah beberapa tahun penelitian dilakukan, Pandit Vedaprakash kemudian menerbitkan buku ini dan delapan yang lainnya. Pandit mengesahkan dan menjamin bahwa argumen dia adalah otentik.
Menurut kepercayaan hindu dan kitab suci mereka, gambaran seorang pembimbing dan pemimpin, disebut sebagai Kalki Avatar, yang sesuai dengan itu hanyalah Nabi Muhammad saw dari tanah Arab. Oleh sebab itu seluruh pengikut Hindu yang ada di dunia ini tidak harus menunggu lebih lama lagi untuk kedatangan seorang Kalki Avatar (spirit), dan akan siap untuk menerima Muhammad saw sebagai Kalki Avatar.
Kepedihan yang tiada berakhir
Apa yang Pengarang dan delapan Pandit katakan, bahwasannya selama ini para pemeluk Agama Hindu tetap menunggu dengan bimbang kedatangan seorang Kalki Avatar yang mana secara singkat diri mereka sendiri mengalami kepada sebuah penderitaan yang tanpa akhir, dikarenakan seorang utusan besar yang telah datang dan pergi ke dunia ini selama empat belas tahun yang lalu. Pandit Vedaprakash menghasilkan bukti-bukti yang berikut diambil dari kitab Vedas (Weda) dan kitab suci lain agama Hindu dalam mendukung pendapatnya.
1. Di dalam Purana (kitab suci agama hindu yang lain), disitu disebutkan bahwa Kalki Avatar akan menjadi utusan Tuhan yang terakhir (Nabi) di dunia ini, untuk membimbing seluruh ummat manusia. Ttempat itu adalah) di tanah Arab.
Vishnubhagat dan Sumaani secara berturut-turut. Jika kita teliti (arti dari kedua nama tersebut adalah) kita akan sampai pada satu kesimpulan yang sangat menarik perhatian, kata Vishnu artinya “Tuhan”, kemudian ditambah Bhagat artinya adalah “Hamba”, yang jika digabungkan maka arti keduanya adalah menjadi “hamba Tuhan (Allah)”, yang dalam bahasa arabnya adalah “Abdullah”
4. Di dalam buku agama Hindu, disitu menyebutkan sebuah bahan diet Kalki Avatar yang akan menorehkan sejarah di hari kemudian dan sebagai simbol perdamaian dan dia akan menjadi seorang yang berkepribadian jujur dan selalu mengatakan kebenaran, tanpa diragukan lagi Nabi Muhammad Saw lah orang nya yang mempunyai sifat seperti itu. yang mana Nabi Muhammad telah miliki. Bukti-bukti yang menakjubkan
6. Tuhan akan mengajari Kalki Avatar melalui utusannnya (Malaikat) dalam sebuah gua. Allah telah mengajari Nabi Muhammad saw melalui Malaikat Jibril dalam sebuah gua yang dikenal dengan Gua Hira.
8. Tuhan juga akan membantu Kalki Avatar dengan pertolongan wahyu, barangkali ini adalah seperti yang ditunjukkan dalam Ghazwah Badar Kubra.
10. Kalki avatar akan menjadi seseorang yang pandai dalam berkuda dan ahli bermain pedang. Nabi Muhammad Adalah pandai dalam kedua hal itu.
Pengarang buku tersebut telah membeberkan beberapa argumentasi lainnya dalam rangka menguatkan penelitannya itu, bahwa Kalki Avatar dalam faktanya adalah Nabi Muhammad saw itu yang masih ditunggu-tunggu kedatangannya.
Jadi bagi para penunggu Kalki Avatar harus memikirkannya kembali.
Diterjemahkan dari Majalah Moslem Youth yang di terbitkan oleh WAMY, dari makalah berjudul Al Hidayya, Courtesy of “Sunday Standard” Nairobi Kenya.
FootNote: Untuk lebih mengetahui detail permasalahan ini, silahkan baca sebuah makalah Islamic Studies yang berjudul “Now or Never!, Inter-Faith Dialogue and the Recovery of ‘True’ Hinduism as Seen in the Writings of Acharya maulana Shams Naveed Uthmani”, yang di publikasikan oleh IRI (Islamic Research institute), Islamabad Occasional Paper No.49
Adam bakhtiar, ISB.
